Setelah Kejadian Itu

Setelah sekian lama, bersediakah kini untuk jatuh cinta kembali? berteman dengan kekhawatiran, bertemu dengan kepatah-hatian?

Hidup terus berjalan, nanti akan hadir seseorang sebagai penghapus luka yang masih tersisa dalam hatimu, dan memberi warna baru disetiap hari-harimu.

Dari patah hati yang lalu merasa terlukalah namun cukup sewajarnya saja agar tidak membuat pintu hatimu tertutup, sebab kau akan menua dan kau butuh cinta (butuh pasangan hidup lebih tepatnya).

Mencintai seseorang tidak membutuhkan waktu lama, berbeda dengan melupakan. Namun ketahuilah tetap berada dalam masa lalu tidak akan membuat hidupmu lebih baik. Sesekali mungkin kamu perlu mengingat kenangan dulu, sebagai pelajaran yang dapat membuatmu menjadi pribadi yang lebih bijak lagi dalam persoalan cinta.

Membuka hati, belajar mencintai lagi, menghargai cinta yang menghampiri.

Terkadang obat penawar dari patah hati adalah jatuh cinta lagi.

Advertisements

Dirimu…

Entah mengapa akhir-akhir ini dirimu selalu hadir dalam mimpiku, beberapa waktu lalu dalam mimpiku dirimu mengatakan “akhirnya kita bisa bertemu” (sambil tersenyum), saat itu aku sedang sibuk memasukkan peralatan sekolah kedalam tasku, aku hanya tersenyum dan berusaha menutupinya agar dirimu tidak melihatnya. Entah rasanya begitu nyata. Meski pada kenyataannya sampai detik ini waktu masih menyembunyikan dirimu dari tatapan mataku. Seolah-olah ia belum mengizinkan kita untuk bertemu. Bagiku dirimu tidak hanya sekedar hidup dalam imajinasiku, dirimu ada, dirimu begitu nyata.

Teman Bayangan (2)

Cara-Nya menghadirkan mu, mengenalkan mu, hingga kita menjadi sepasang teman itu sungguh lucu. Selama kita berteman– ya mungkin sekitar 3 tahun lamanya. Selama itu kita hanya berbincang melalui tulisan. Tanpa pernah berjumpa, atau bahkan berkomunikasi via suara pun.

Awal itu ku kira semua akan biasa-biasa saja seperti halnya teman chatting lainnya. Seketika baru ku rasa ada hal yang membuatmu begitu berbeda dengan yang lainnya, kamu mempunyai keistimewaan tersendiri dan akhir-akhir ini entah mengapa kita chatting melebihi dari biasanya.

Maaf jika aku lancang, sepertinya kata nyaman itu sudah mulai aku rasa. Jika pun hanya aku yang merasa pun tak apa sebab aku tahu kita tak lebih dari sekedar sepasang teman yang belum pernah dipertemukan.

Entah apa maksud Tuhan memperkenalkan kita dengan cara-Nya yang seperti ini. Tapi benar kata mu, ini memang sudah sekenario-Nya. Kita hanya perlu mengikuti alurnya, bagaimana pun nanti kedepannya itu sudah menjadi takdir-Nya.

Ana Uhibbuka Fillah

saat pertama ku mengenalmu
ku rasa sesuatu yang berbeda
ku ingin mendekatimu
tapi ku takut kau menjauh

semakin lama rasa ini terpendam
semakin aku ingin mendekatimu
dari kejauhan ku melihatmu
ku berharap kau pun merasakan

iman dan takwamu yang meluluhkan
rasa ini menjadi cinta
kekasih idaman yang ku harapkan
semoga cinta ini menjadi nyata

ana uhibbuka fillah
ku mencintaimu karena Allah
jika dia yang terbaik untukku
dekatkanlah hati kami ya Allah

ana uhibbuka fillah ku
mencintaimu karena Allah
jika dia yang terbaik untukku
dekatkanlah hati kami ya Allah

semakin lama rasa ini terpendam
semakin aku ingin mendekatimu
dari kejauhan ku melihatmu
ku berharap kau pun merasakan

iman dan takwamu yang meluluhkan
rasa ini menjadi cinta
kekasih idaman yang ku harapkan
semoga cinta ini menjadi nyata

ana uhibbuka fillah
ku mencintaimu karena Allah
jika dia yang terbaik untukku
dekatkanlah hati kami ya Allah

ana uhibbuka fillah
ku mencintaimu karena Allah
jika dia yang terbaik untukku
dekatkanlah hati kami ya Allah

ana uhibbuka fillah
ku mencintaimu karena Allah
jika dia yang terbaik untukku
dekatkanlah hati kami ya Allah

ana uhibbuka fillah
ku mencintaimu karena Allah
jika dia yang terbaik untukku
dekatkanlah hati kami ya Allah
———————————–
ceritanya masih dibikin baper sama lagunya Kak Aci Cahaya “Ana Uhibbuka Fillah” yang artinya “Aku Mencintaimu Karena Allah”😄😄♬♬♬

Back To NIAT

Kenapa aku? Bukankah dulu aku memilih melepaskanmu karena aku ingin lebih dekat dengan Dia? Apa benar aku belum sepenuhnya mengikhlaskan dirimu?

Mungkin Dia sedang mengujiku dengan menghadirkan kembali sosok dirimu dihidupku dan sempat aku terjatuh lagi karena itu.

Aku takut!!!

Dan ketakutanku pun benar aku rasakan– terjatuh dan patah hati kemudian.

Ya… Lagi-lagi aku dibuat patah hati oleh-Nya. Dia sedang membawa ku kembali kepelukan-Nya dan membiarkan aku merasakan cinta kasih-Nya yang sejati yang tak pernah hilang meski aku berkali-kali melupakan-Nya.

Kini aku yakini, jika dirimu yang tertulis dilauhul mahfud untuk mendampingiku, Dia punya banyak cara untuk menyatukan kita kembali

Saat ini cinta yang utama adalah cinta kepada Sang Maha Cinta, barulah kamu.

Monolog

Hati siapa yang sedang kamu jaga? Hati siapa yang sedang kamu rindu? Hati siapa yang sedang kamu damba? Sudahlah… Kembalikan saja hatimu kepada Sang Pemilik Hati, Dialah yang menganugrahkan cinta dihatimu, percayakan saja kepada-Nya karena setiap takdir-Nya tidak akan pernah membuatmu kecewa. Kini saatnya memintanya dengan iman jikalau kamu inginkan dia yang baik untukmu, maka kamu harus jadikan dirimu baik yang baik juga untuknya.

Ayah

Ayah…

Dirimulah lelaki yang menjadi cinta pertama anak perempuan mu ini, dirimulah lelaki yang mencintai dan menyayangi dengan sepenuh hati.

Ayah…

Anak perempuan mu ini mengerti, saat masa remaja mulai menghampiri kekhawatiranmu mulai timbul dalam diri terhadap anak perempuanmu ini. Sekuat hatimu mendidik dan menasihati agar anak perempuanmu tidak salah dalam memilih jalan yang akan ditapaki.

Meski terkadang anak perempuanmu lalai akan nasihat yang kau beri namun lagi-lagi, kau terus mengingatkan diri ini.

Ayah…

Perjuangan mu begitu besar. Bebanmu memiliki anak perempuan pun sungguh besar. Namun dirimu selalu mengusahakan yang terbaik untuk anak perempuanmu, berharap anak perempuanmu bisa menjadi wanita yang baik yang tidak akan membuatmu kecewa

Ayah…

Sungguh dari hati yang terdalam anak perempuanmu sangat mencintaimu.